Menembus Batas Membawa Terang, dari Airmadidi ke Donggala
Perjuangan Merintis Pemuridan ke Pedalaman Pegunungan Donggala
PROYEKFILIPUS
Jekson
4/21/2026


Di balik pegunungan yang sunyi dan jalur yang hampir tak terjangkau, ada jiwa-jiwa yang menanti untuk mengenal kebenaran. Dan untuk menjangkau mereka, dibutuhkan lebih dari sekadar niat—dibutuhkan pengorbanan, ketekunan, dan kasih yang nyata. Inilah yang dilakukan oleh Pdt. Edo Leonardo Wior bersama tim pelayan dalam pelayanan Proyek Filipus ke pedalaman Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Perjalanan yang Tidak Mudah
Perjalanan dimulai dari Airmadidi di provinsi Sulawesi Utara, menempuh jalur darat menuju Kecamatan Pinembani di Sulawesi Tengah—sebuah wilayah pegunungan terpencil yang tidak mudah dijangkau. Tim harus melintasi jalur Trans-Sulawesi sejauh ratusan kilometer, melewati jalan berkelok, tanjakan panjang, dan kondisi jalan yang tidak selalu bersahabat. Namun tantangan sesungguhnya dimulai ketika mereka memasuki wilayah pedalaman.






Di sana, perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor, menembus jalan tanah yang licin dan berlumpur, tanjakan curam dengan jurang di sisi jalan, jalur hutan yang belum teraspal, sungai-sungai kecil tanpa jembatan permanen. Setiap kilometer yang ditempuh bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menguji tekad. Namun satu hal yang membuat mereka terus melangkah: kerinduan untuk membawa Firman Tuhan kepada mereka yang belum terjangkau dan yang belum dimuridkan.
Membawa Lebih dari Sekadar Buku
Dalam perjalanan ini, tim memang tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa ratusan buku-buku bahan pemuridan Proyek Filipus—seperti buku “Siapakah Allah”, “Pilihlah Kehidupan”, dan “Menggapai Tujuan”—serta Alkitab TB2. Namun yang mereka bawa sesungguhnya jauh lebih besar dari sekedar buku. Sesungguhnya setiap buku ini adalah kesempatan bagi seseorang untuk mengenal Allah. Dan setiap eksemplar Alkitab adalah terang yang bisa mengubah arah hidup seseorang di dalam Yesus.
Di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap bahan rohani, kehadiran materi-materi ini menjadi sangat berarti—bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipelajari, dihidupi, dan dibagikan kembali.








Menjangkau Komunitas yang Haus Akan Firman
Pelaksanaan Proyek Filipus kali ini dimulai dari sebuah komunitas kecil di Dusun Perato, Desa Tavanggeli, di mana sekitar 19 jiwa berkumpul dengan sederhana bersama Pdt. Eddison Modow. Lalu perjalanan berlanjut ke Dusun Rompo di Desa Palentuma—sebuah jemaat kecil yang terdiri dari 6 keluarga yang digembalakan oleh Pdt. Michael Paparang.
Di Dusun Talumbu, tim kami menjangkau sekitar 15 keluarga bersama Pdt. Terima Zai, sebelum melanjutkan pelayanan ke GPdI Betania di Dusun Poruntu, Desa Soi, Kecamatan Sigi, yang terdiri dari 12 keluarga. Perjalanan yang tidak sia-sia.
Puncak pelayanan terjadi di Desa Walintuma, di mana sekitar 120 jiwa berkumpul dan dilayani bersama Pdt. Rus—sebuah komunitas yang menunjukkan betapa besarnya kerinduan akan Firman Tuhan di tengah keterbatasan. Dari jemaat kecil di dusun terpencil hingga komunitas yang lebih besar, kami menyaksikan satu hal yang sama terlihat di setiap tempat: yaitu adanya kerinduan yang mendalam akan Firman Tuhan.






Dampak yang Melampaui Perjalanan
Perjalanan ini bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, tetapi tentang kehidupan yang diubahkan. Di tengah keterbatasan, Firman Tuhan mulai berakar. Di tengah kesunyian pedalaman, suara Kebenaran mulai terdengar. Dan di hati banyak orang, iman mulai dibangun dengan dasar yang lebih kuat.
Apa yang dimulai dari sebuah perjalanan panjang, kini menjadi awal dari pertumbuhan rohani yang berkelanjutan di komunitas-komunitas tersebut.
Sebuah Undangan untuk Terlibat
Pelayanan ini mengingatkan kita bahwa Amanat Agung tidak boleh berhenti di tempat yang mudah dijangkau. Justru di balik gunung dan hutan, ada jiwa-jiwa yang menanti. Proyek Filipus dari Bible League hadir untuk menjawab kebutuhan itu—memperlengkapi, memuridkan, dan mengutus.
Kami mengundang setiap gereja, komunitas, dan individu untuk turut ambil bagian dalam pekerjaan ini melalui dukungan doa, melalui dukungan dana, dan terutama melalui keterlibatan kerjasama yang nyata. Agar lebih banyak lagi perjalanan seperti ini terjadi—dan lebih banyak lagi jiwa-jiwa dijangkau dan dimuridkan dalam terang Firman Tuhan. Sebab perintah-Nya:
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19)
Bahkan hingga ke tempat yang paling terpencil sekalipun. (JS)
Bible League Indonesia
Mitra Tubuh Kristus untuk Menuntaskan Amanat Agung di Indonesia
Call / Whatsapp
Dukung Kami Dengan Doa dan Donasi
bibleleagueindo@gmail.com
08119202081
Bible League Indonesia | Yayasan Sumber Sejahtera © 2024. All rights reserved.
Connect with us
Bank Account
BCA NoRek. 127.300.2301
a.n. Yayasan Sumber Sejahtera
